PVBMG Gunakan Drone Untuk Memantau Kondisi Gunung Agung

Administrator 14 Dec 2017, 22:23 0

Untuk memantau kondisi Gunung Agung terbaru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) direncanakan akan menerbangkan drone pada hari Kamis (14/12/2017). Drone Vixed Wings jenis Ai 450 adalah drone yang rencananya akan diterbangkan pada hari ini. Namun dengan kondisi cuaca yang mendung dari pagi hari menjadi halangan penerbangan drone yang akan dilakukan dari Lapangan Selat, Karangasem.


"Laporan terakhir, drone belum berhasil diterbangkan karena mendung dari tadi. Tim kami sudah stanby sejak jam 2 lebih di sana," kata Kepala Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api, PVMBG, Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem. 

(dikutip dari http://bali.tribunnews.com/2017/12/14/alat-ini-bakal-jadi-penentu-perubahan-status-gunung-agung-begini-kendala-yang-ditemui-hari-ini)


Drone ini sebelumnya sudah pernah diterbangkan pada tanggal 23 November 2017. Dari penerbangan drone yang tersebut diharapkan dapat mengetahui kadar belerang atau Sulfurdioksida (SO2), Karbondioksida (CO2), dan uap air (H2O) di sekitar bibir kawah Gunung Agung. Hasil pengukuran kadar ketiga gas tersebut akan digunakan untuk perbandingan dengan hasil pengukuran pada tanggal 20 November 2017. Dari hasil perbandingan tersebut akan menentukan status Gunung yang pada beberapa lontar disebut dengan Giri Tohlangkir.


Menurut penjelasn Gede Suantika kepada bali.tribunnews.com ada 3 kemungkinan yang dapat terjadi dari hasil pengukuran tersebut. “Pertama, kalau hasilnya lebih tinggi artinya lebih banyak ada gas magma yang naik secara besar-besaran. Berarti masih awas. Kalau yang kedua, kalau dia rendah, kemungkinan magma yang naik itu terblok. Jadi masih awas juga, trus ada kemungkinan ketiga magmanya sudah tidak ada naik lagi ke atas,” jelas insinyur lulusan Institute Teknologi Bandung (ITB) ini.

(dikutip dari http://bali.tribunnews.com/2017/12/14/alat-ini-bakal-jadi-penentu-perubahan-status-gunung-agung-begini-kendala-yang-ditemui-hari-ini?page=2)


Apabila hasilnya adalah kemungkinana ketiga, PVMBG juga tidak serta mertalangsung menurunkan status Gunung Agung. Pengujian sample yang hanya membutuhkan waktu satu sampai dua jam untuk mengevaluasi dan mendeteksi apakah kadar gas Gunung Agung mengalami peningkatan dan penurunan. Hasil pendeteksian gas tersebut nantinya bakal dibawa oleh PVMBG ke rapat evaluasi untuk menentukan apakah status Gunung Agung bakal diturunkan atau tetap pada level IV awas.

Informasi

Komentar Terakhir