Dewi Saraswati

Dewi Saraswati : Makna Dan Mitologi-Nya Menurut Hindu

Menurut cerita umat Hindu, Saraswati adalah sakti/istri dari dewa Brahma. Dalam Salsya Purwa, Dewi Saraswati dikisahkan sebagai pemelihara kitab suci Weda. Dewi Saraswati juga pemberi ilmu pengetahuan, kesadaran dan sastra. Dengan anugerahnya, umat manusia dapat menjadi makhluk yang lebih beradab dan berkebudayaan.

Mitologi Dewi Saraswati

Menurut cerita pada Salsya Purwa, dahulu terdapat tujuh resi ahli Weda yaitu Resi Gautama, Bharadwaja, Wiswamitra, Yamadageni, Resi Wasistha, Kasiyapa dan Atri. Keadaan alam lembah sungai Saraswati sangatlah gersang hingga bahan makanan sulit untuk didapatkan. Sehingga para resi tersebut memutuskan untuk mencari tempat lain untuk ditempati. Sedangkan saraswata, putra Dewi Saraswati, tetap tinggal di lembah sungai Saraswati. Berkat keteguhan Saraswata tetap tinggal di lembah sungai itu, ia mendapatkan perlindungan langsung dari ibunya.

Para Resi yang telah pergi dari lembah sungai Saraswati, lambat laun tidak tahan pada keadaan yang dialaminya. Karena di tempatnya yang baru, mereka sulit juga mengubah nasib. Lagi pula para resi tadi telah lupa pada isi Weda. Padahal, memahami Weda merupakan suatu kewajiban yang mutlak sebagai identitas seorang resi. Gelar resinya akan tanpa makna kalau sampai lupa pada isi Weda.

Keadaan itu menyebabkan sang Sapta Resi kembali ke lembah sungai Saraswati. Di lembah sungai Saraswati itulah para resi mohon kesediaan Dewi Saraswati membangkitkan kesadarannya untuk kembali dapat memahami isi Weda yang merupakan tugas pokoknya.

Dewi Saraswati memberi anugrah apabila para resi bersedia menjadi siswanya. Para resi bertanya, apakah patut orang yang lebih tua berguru pada yang muda karena Dewi Saraswati masih sangat muda. Terhadap pertanyaan ini, Dewi Saraswati menjelaskan, seorang guru kerohanian tidaklah tergantung pada umurnya, kekayaannya, kebangsawanannya. Seorang guru kerohanian patut dilihat dari kemampuannya menguasai dan menyampaikan isi Weda. Kedewasaan spiritual Wedalah yang menjadi patokan utama. Penjelasan itu yang menyebabkan semua resi tetap berguru pada Dewi Saraswati.

Setelah kejadian itu, datang lagi enam puluh ribu orang menghadap Dewi Saraswati agar diterima sebagai murid karena ingin mendalami lautan rohani Weda. Lewat para resi dan siswa tadi, Dewi Saraswati mengidupkan dan menyebarkan isi Veda ke seluruh pelosok dunia.

 

Makna Simbol Dewi Saraswati

Dewi Saraswati disimbolkan sebagai seorang Dewi yang berkulit putih duduk diatas teratai dengan berwahanakan se-ekor angsa (Hamsa) atau seekor merak. Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan, dimana dua lengan kanan-Nya membawa Sitar/Veena dan Ganatri. Sedangkan tangan satu kiri-Nya membawa pustaka/kitab dan satu tangab lainnya ikut memainkan Sitar atau bermudra/memberkahi.

Adapun setiap simbol yang diceritakan memiliki makna sebagai berikut :

1. Dewi, melambangkan kekuatan yang indah, dan lemah lembut.
2. Ganitri/Tasbih melambangkan bahwa ilmu pengetahuan tidak ada habisnya untuk dipelajari sepanjang zaman.
3. Pustaka suci melambangkan sarana untuk mengabadikan ilmu-ilmu tersebut, sehingga dapat diwariskan ke generasi-generasi berikutnya.
4. Veena/rebab melambangkan ilmu pengetahuan yang mempengaruhi dan memperluas rasa estetika dan keindahan.
5. Teratai melambangkan ilmu pengetahuan itu suci. Mengapa bunga teratai, karena meskipun tubuhnya di dalam lumpur, ia tetap bersih. Selain itu teratai atau Padma ini akarnya di tanah, batang daunya di air dan bunganya di udara, melambangkan kemampuan hidup di tiga alam (bhur-bhuah-swah).
6. Angsa melambangkan kekuatan di tiga dunia (bhur-bhuah-swah), sebab ia dapat hidup pada ketiga unsur alam (di air, darat dan udara). Demikianlah ilmu-ilmu pengetahuan menguasai ketiga alam tersebut. Selain itu angsa juga melambangkan kearifan/kebijaksanaan untuk membedakan yang baik dan mana yang buruk. Meskipun ia mencari makan di tempat-tempat yang keruh, ia dapat membedakann mana yang boleh ia makan dan mana yang tidak. Angsa juga peka terhadap rangsangan dari luar. Demikian diharapkan bagi mereka yang berilmu.
7. Burung merak melambangkan kewibawaan. Burung merak itu memang terlihat anggun dan berwibawa. (Ngurah Nala dan Sudharta. 2009:177)

 

Sumber :
Babad Bali, Bali Berkarya, PMHD Warmadewa

Facebook Comments