Gambar Pengertian Tumpek

Pengertian Tumpek Dalam Agama Hindu Bali

Salah satu hari suci yang ada pada agama Hindu Bali adalah Tumpek. Hari suci ini sangat erat kaitannya dengan Wewaran dan Wuku. Pada artikel ini akan menjelaskan pengertian Tumpek dan jenis-jenisnya.

PENGERTIAN TUMPEK MENURUT AGAMA HINDU

Tumpek berasal dari kata Tumampek yang dapat diartikan sebagai mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta. Dalam hal ini, pendekatan diri dilakukan dengan jalan mensyukiri segala ciptaan-Nya. Karena kita sebagai manusia pasti menikmati ciptaan-Nya baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Terdapat dua suku kata yang membentuk kata Tumpek, yaitu :
“TU” yang berasal dari kata “metu” yang berarti Awal.
“PEK” yang berarti Akhir.
Jadi Tumpek dapat diartikan sebagai Awal dan Akhir.

Tumpek adalah perayaan upacara umat hindu yang dirayakan setiap bertemunya hari sabtu atau dina saniscara dengan kliwon. Sehingga Tumpek sangat erat kaitannya dengan sistem penanggalan Hindu di Bali. Dalam penanggalan Hindu Bali terdapat perhitungan Wuku dan Wewaran. Hari suci Tumpek terjadi setiap pertemuan antara akhir dari Panca Wara dan Sapta Wara. Sedangkan jenis-jenis tumpek ditentukan berdasarkan Wuku saat Tumpek itu terjadi.

JENIS TUMPEK DAN TUJUANNYA

Berdasarkan perhitungan hari suci Tumpek yang telah dibahas sebelumnya. Tumpek dibagi berdasarkan Wuku saat hari Tumpek terjadi. Adapun tumpek yang terjadi selama satu siklus Wuku adalah sebagai Berikut :

1. Tumpek Landep
Jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Landep, dilaksakan pemujaan terhadap Hyang Pasupati atas ciptaannya.
2. Tumpek Wariga
Jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Wariga, disebut juga dengan tumpek Ubuh dimana dilakukan pemujaan untuk memohon perlindungan dan kesuburan tumbuh-tumbuhan.
3. Tumpek Kuningan
Jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan, bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Ista Dewata atas ciptaanya.
4. Tumpek Klurut
Jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Klurut, Bersyukur atas terciptanya suara-suara suci (tabuh) dalam keindahan dan seni.
5. Tumpek Uye
Jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Uye, disebut juga Tumpek Kandang, mensyukuri ciptaan-Nya berupa hewan/binatang yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
6. Tumpek Wayang
Jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Wayang, mensyukirin ciptaan Hyang Iswara sehingga manusia dapat berkreasi dalam mewujudkan Aikyam, Ciwam dan Sundaram.

Facebook Comments